Assalamualaikum wbt.
Sudah lama tidak menulis diruang ini. Akhirnya saya memilih untuk menulis kembali.
My mind and my heart feel quite disturbed these days. I know, it is a hint of my heart is getting darker and stiffer, full of sins and I'm in a state of gradually shifting away from my own Creator. *Crying deep inside* However, I must be grateful because Allah still give me this feeling which means (hopefully) there is still a light spark in my heart. A chance that Allah have given to me so that I realize what is exactly my life purpose. To keep repent and renew my intention of living my life. Not to pleased His creation, but Allah himself.
Aku yang seringkali terlupa dan selalu zalim pada diri ini..
Bear these in mind, firman Allah dalam surah Az-Zumar, ayat 53-56; Katakanlah, "Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Quran) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyedarinya, agar jangan ada orang yang mengatakan 'Alangkah besarnya penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajipan) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)'."
Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, kerana setiap kali kami lakukan dosa, Engkau tidak pernah serta merta menghukum kami, Engkau beri masa kepada kami untuk bertaubat atas kesalahan-kesalahan yang sering kami lakukan. Peluang dan suatu kelebihan yang Engkau kurniakan kepada umat nabi Muhammad, tidak seperti umat dahulu yang mana Engkau pernah terbalikkan bumi mereka dan juga melenyapkan mereka dalam banjir besar. Lindungilah kami dari perasaan lupa diri. Kami hanyalah hambaMu yang tak terlepas daripada dosa. Namun begitu, janganlah Engkau biarkan kami mengambil kesempatan atas kasih sayangMu terhadap kami.
Baru-baru ini, saya telah mendengar perkongsian daripada seseorang di dalam sebuah program. Bibit-bibit perkataannya begitu terkesan dalam hati bagai selumbar tertusuk jari, bagai kulit tergores serpihan kaca. Luka berdarah *crying again*. Katanya, ada perbezaan antara orang yang menulis perkongsian ilmu yang didapatinya as compared to orang yang mencari ilmu untuk berkongsi. Katanya juga, 'Sebutir peluru hanya mampu menembusi satu kepala, namun sebuah tulisan mampu menembusi ribuan kepala'- Sayyid Qutb, seorang tokoh pejuang Islam di Mesir suatu ketika dahulu. Betapa berharganya, sebuah penulisan yang baik mampu memberi kesan kepada bukan sahaja pemikiran seseorang, namun hati juga mampu terusik atas kelembutan atau ketajaman bahasa huruf yang disusun.
Semoga Allah perbetulkan niatku, agar kembali istiqamah menulis, bukan untuk mendapat penghargaan dunia, namun kebaikan yang berterusan daripadaNya.
Semoga bermanfaat.
7.22pm . 23.03.2015
Bradford.